Life in Desert – “Padang Pasir” : The real strugglers

Aku tahu yang namanya padang pasir itu hanya melalui gambar-gambar atau documentasi di TV, tapi ngak terasa memang ternyata aku sudah menginjakkan kaki disini. Ya, aku berada disini sebagai bagian dari UN Mission-UNAMID (AU/UN Hybrid Mission for Darfur). Anda mungkin bertanya, dimana itu “Darfur”?, just the same when I was to come!..

What is this if it is not a GENOCIDE?

Darfur adalah salah satu region di Negara Sudan, di Afrika bagian Timur. Konflik di Darfur yang sudah mengakar sejak 30 tahunan kini mencapai titik puncak dan itu mendapat perhatian dari UN untuk hadir di region ini. Berbagai macam tindakan kekerasan, brutalisme yang mengakibatkan penderitaan masyarakat Darfur (Darfurians). Menurut berbagai media bahwa kekerasan yang terjadi di Darfur telah mengakibatkan setidaknya 300rb jiwa meninggal dan 2,5jt mengungsi, bahkan report dari beberapa HumanRights organization mengatakan telah terjadi “GENOCIDE”, walau itu di sangkal oleh pemerintahan Sudan yang beribukota di Khartoum. Sudan memang unik, ini adalah satu-satunya negara dimana ada 2 organisasi UN Mission beroperasi, sebelumnya memang sudah ada UNMIS (UN Mission for Sudan) yang berpusat di Khartoum (sejak tahun 2005). UNAMID sendiri baru dibentuk sejak bulan July 2007 dan berpusat di ibukota region Darfur (El-Fasher), sebelah barat Sudan. Ada juga beberapa badan PBB yang beroperasi di Darfur seperti UNHCR, IOM, UNICEF, etc.

Kembali ke topic awal saya. Hampir semua daratan Derfur adalah padang pasir, sekalipun ada pepohonan itu hanya co-incident dan terdapat di beberapa daerah saja……hanya sedikit rerumputan hijau kalau kebetulan hujan turun (seperti saat ini, bulan Agustus). Ketika mengijakkan kaki di tanah, anda merasakan seperti lagi bepergian di Pantai, semua yang ada lihat adalah padang pasir.

Walau serba kekurangan tinggal di Darfur namun aku merasa masih lebih baik dari pada Darfurians (the people of Darfur). Hal ini sangat terasa di seluruh wilayah Darfur, baik itu gaya hidup, perekonomian, sampai masalah social dan konflik yang memang menjadi persoalan utama.

R

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: