History of "MAIO"

Sore tadi, saya dan teman saya Robert Nelson Okoche dari Uganda,kami pergi ke El-Fasher market untuk belanja. Saya ngak tahu apa yang akan dia beli, tapi ketika sampai di salah satu toko-toko eceran di kompleks pasar, Nelson mulai bertanya kepada penjualnya, “laikum Salam, Alhamdulilah, Tamam” (Tamam itu arabic yang artinya ‘baik’)” , ya lalu lanjutkan “sadiq, do you have a pants” (sadiq tuh bukan nama orang, tapi juga bahasa arabic artinya ‘teman/friend’)”, si penjual gak ngerti apa itu PANTS (celana dalam), lalu saya berusaha untuk mengartikannya melalui bahasa body sambil mengerakkan tangan saya, si penjual pun mengerti, lalu mengatakan “Kallas” (artinya finnish/habis).

Setelah bertanya ke beberapa toko kecil, seuma mengatakan “kallas”, tapi agak susah juga sich karena kami harus mengekspresikan dengan bahasa body apa itu pants. Akhirnya aku bertanaya ke salah satu Sudanese apa nama celana dalam di arabic, di mengatakan “MAIO”, nah dengan kata MAIO, kami keliling semua kompleks pasar, dari ujung sampai ujung. Sangat mengherankan karena dari sekian toko-toko kecil yang ada di pasar itu ngak ada yang menjual MAIO, lebih heran lagi bahkan muncul perntanyaan barangkali semua orang Sudanese gak ada yang pake CD kali……hehehehehe.

R

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: