Addis Ababa: day 1,2,3

Tanggal 6 Oct pagi hari sekitar jam 6.45am kami berangkat ke Addis dengan Ethiopian Airlines, tiba di Addis Ababa sekitar jam 9.35am. Setelah keluar dari Bole International Airport, cuaca memang terasa sangat berbeda, dingin, sejuk dan tidak hanya itu, orang-orang Ethiopian juga ramah-ramah.

Kami blom tahu di hotel mana kami akan menginap, tapi ketika bernegosiasi dengan seorang driver taxi, kami lalu di bawa ke sebuah hotel, Edsonatra di jalan Bole road. Hotel cukup lumayan, ada breakfast, laundry, IDD phone dan Internet services. Taxi dari airport ke Edsonatra hanya 70 Birr atau setara dengan 7 USD.

Barber/SALON – Asian American barber style

Setelah beristerihat pada sore harinya, sekitar jam 5 kami memutuskan untuk pergi ke Salon/barber, setelah keluar ke main road, ternyata hanya berselang 100meter ada sebuah salon, dari plakat bisa dibaca seperti ini “SALON, Special Asian & American”, mungkin ini yang pas buat aku dan Leo. Ketika pangkas rambut, kita juga sambil ngobrol dengan pemilik salonm ngak di sangka ternyata hotel yang kami numpang tinggal itu adalah milik kakak kandungnya.

Elephant Walk-a typical Addis Resto

Elephant Walk Interior

Elephant Walk Interior

Setelah Panagkas rambut, saya dan Leo berncana untuk makan malam, namanya juga Bole Road, semuanya bisa didapat di sini, hanya beberapa meter keluar dari Salon, kami lalu masuk ke sebuah resto, “Elephant Walk”. Restorant ini kelihatan semi Ethiopian tradisional, dengan music ballad dan jazz. Waitersnya juga sangat ramah, kami lalu disodor menu untuk memilih. Menu apa ya? Leo bertanya, aku bilang apa sajalah yang penting bisa di makan, well kami memilih beef stick dan hamburg, tapi namanya juga Elephant, pesanannya lama benget…………. !. Yang menarik dari Elephant Walk adalah adalah menu yang sangat barvariasi sehinga tidak pernah membosankan.

Karena betah dengan Elephant Walk, kami senantiasa menghabiskan waktu makan siang dan malam disini. Kalau ada yang berkunjung ke Addis, mungkin ada baiknya berkunjung ke Elephant Walk, selain waiters yang ramah, para pengunjung juga ramah dan mudah senyum. Memory yang tertinggal disana adalah “Lucky Girl”, kenapa kami sebut Lucky Girl, gadis yang satu ini rupanya salah satu customer, dia tidak pernah alpa di Elephant Walk, ketika kami disana dia pun pasti nongol disana.

R

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: