Leaving Addis, Tiba di Jakarta

Setelah beberapa minggu berada di Addis Ababa untuk urusan pekerjaan, tepat tanggal 21-dec dua hari yang lalu saya berangkat dari Iukota Ethiopia itu menuju Khartoum dan esok harunya 22-Dec, dengan Etihad saya berangkat dari Khartoum sekitar pukul 04.00pm menuju Jakarta.
Sebelum tiba di Jakarta, seperti biasa, Ethiad airways stop di hub-nya di Abu Dhabi untuk transfer pesawat. Kami tiba di Abu Dhabi sekitar tengah malam.

Ketika tiba di Abu Dhabi International airport, teringat lagi di benak saya 13 tahun silam, waktu itu saya masih sekitar 14 tahun, saat itu dengan Garuda Indonesia kami transit di Airport ini. Bagian ornamen yang membetuk oval menyambung atap airport juga terlihat masih sama, pokonya NOTHING CHANGE!. Saya sendiri disana sekitar 2,5 jam untuk menuju ke Jakarta.

Sony Ericsson X1.
Di airport ini juga saya membeli telpon gengam yang selama ini menjadi favorit saya, klo bukan Sony Ericsson X1 mana lagi iya?. Apalagi saa tini SE X1 pada rame di pasar karena kebetulan baru di release bulan August lalu. Ketika membuka box-nya….wah keren banget, design bodynya yang stylish sampai pada keyboard yang QWERTY, emank enak untuk di pakai. Setelah membayar di Cashier, saya pun lansgung mencoba connect dengan internet dan mengecek email saya, ternyata X1 sangaat enak di pakai terumata layout keyboardnya.

Well, balik lagi ke topik utama. Saya berangkat lagi di Abu Dhabi sekitar 2.45am dan tiba di Bandara International Soekarno Hatta tepat pukul 2.15pm. Saya langsung menuju ke Hotel Patra namun tidak berlama-lama di sana, karena waktu saya semakin mepet nich, saya haru balik lagi ke airport untuk menjemput my love Tita.

Habis mandi saya lagsung meninggalkan hotel lagi dan menuju airport, selama di perjalanan, saya sudah tidak sabar lagi untuk menunggu Tita. Kita memang sepakat untuk bertemu di Jakarta dulu sebelum balik ke Dili, makanya di juga berangkat dari Dili tanggal 23-dec menju Denpasar dan selang 2 jam dengan Sriwijaya Air, di harus tiba di Soekarna Hatta sekitar 7.15pm.
Karena waktu di jam tangan saya masih menunjukkan pukul 5, saya nyruh sopir untuk ke pasar baru sekalian nukar uand USD ke Rp., tapi apa yang terjadi, tidak lama setelah menukar uang, saya kaget nomor handphone saya bunyi, saya angkat dari sebelah sana terdengar suara, “Sayang o iha nebe?”. Saya kaget, lho baru jam 5.20pm koq pesawat uda tiba?. Boro2 mo cepat tiba di bandara tapi ngak mungkin karena hujan yang lebat dan trafik jump yang panjang sekali. Saya lalu menelpomn balik ke dia untuk menunggu beberapa waktu. Akhirnya saya tiba juga di ariport 1 jam kemudian.

Bandara banjir
Banjir disini yang dimaksud bukan karena hujan lebat, tapi banjir airmata….hehehehehe. bisa-bisanya Tita menangis tersedu-sedu walaupun udah ketemuan mungkin karena terlalu terharu karena sekian lama gak bertemu. Sampai-sampai ketika saya tanya di dalam mobil, di menatap wajah saya dalam-dalam dan melamun masih gak percaya kalo saya udah di sampingnya, walau merasakan hal yang hampir sama, saya tidak terlalu memperlihatkan kepadanya, semoga besok kami bisa menikmati Jakarta yang sudah lama tidak pernah aku kunjung dan pertama kali bagi Tita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: